Kepada yth.
Peserta PLPG UNESA 2013 yang lulus
mohon segera mengambil Sertifikat Pendidik di PENMA Kab Blitar Klik disini
trim.
Selasa, 18 Februari 2014
Kamis, 14 November 2013
Fadhilah Puasa Asyura
‘Asyura berasal dari kata ‘asyara, artinya bilangan sepuluh. Secara istilahi Puasa ‘Asyura adalah puasa yang dikerjakan pada tanggal 10 Muharram pada Kalender Islam Hijriyah. Tahun 1435 H ini hari 'Asyura bertepatan dengan 14 Nopember 2013 M. Hukum puasa Asyura adalah sunnah; maksudnya sangat dianjurkan dan berpahala bagi yang menerjakannya namun tidak berdosa bagi yang tidak mengerjakannya.
Hadits dari Siti Aisyah RA yang diriwayatkan Imam Bukhori:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِصِيَامِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانَ كَانَ مَنْ شَاءَ صَامَ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ
Rasulullah SAW memerintahkan untuk puasa di hari ‘Asyura. Dan ketika puasa Ramadhan diwajibkan, barangsiapa yang ingin (berpuasa di hari ‘Asyura) ia boleh berpuasa dan barangsiapa yang ingin (tidak berpuasa) ia boleh berbuka. (HR Bukhari)
Diriwayatkan bahwa puasa ‘Asyura sudah dilakukan oleh masyarakat Quraisy Makkah pada masa jahiliyyah. Rasulullah SAW juga melakukannya ketika masih berada di Makkah maupun seteleh berada di Madinah.
Diriwayatkan juga bahwa ketika Nabi SAW datang ke Madinah beliau melihat orang-orang Yahudi melakukan puasa di hari ‘Asyura. Beliau bertanya, “Hari apa ini?”. Orang-orang Yahudi menjawab, “Ini adalah hari baik, pada hari ini Allah selamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka Nabi Musa AS berpuasa pada hari ini. Rasulullah bersabda,
فَأَناَ أَحَقُّ بِمُوْسَى مِنْكُمْ
Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi).
Maka kemudian beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan ummatnya untuk melakukannya. (HR Bukhari)
Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah pun sempat diprotes oleh umat Islam di Madinah: “Ya Rasulallah, hari itu (’Asyura) diagungkan oleh orang Yahudi.” Maksudnya, kenapa umat Islam mengerjakan sesuatu persis seperti yang dilakukan oleh umat Yahudi? Beliau lalu bersabda: "Di tahun depan insya Allah kita akan berpuasa pada tanggal 9.” Setelah itu, tidak hanya disunnahkan puasa pada tanggal 10 tapi juga tanggal 9 Muharram. Sayang, sebelum datang tahun berikutnya Rasulullah telah wafat. Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan keinginan beliau untuk berpuasa pada tanggal 9 dimaksudkan agar tidak persis seperti yang dilakukan oleh umat pada masa Nabi sebelumya, yakni Yahudi dan Nashrani. (Fathul Bari 4: 245)
Sebagian ulama memberikan nama tersendiri untuk puasa sunnah di tanggal 9 Muharam ini, yakni puasa Tasu’a, dari kata tis’a artinya bilangan sembilan. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa puasa tanggal sembilan ini adalah bagian dari kesunnahan puasa asyura.
Adapun fadhilah atau keutamaan puasa asyura adalah seperti digambarkan dalam hadits dari Sahabat Abdullah bin Abbas berikut ini:
مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَومَ فَضْلِهِ عَلَى غَيْرِهِ إِلاَّ هَذَا اليَوْمِ يَوْمُ عَاشُوْرَاءَ وَهذَا الشَّهْرُ يَعْنِي شَهْرُ رَمَضَانَ
Aku tidak pernah mendapati Rasulullah SAW menjaga puasa suatu hari karena keutamaannya dibandingkan hari-hari yang lain kecuali hari ini yaitu hari ‘Asyura dan bulan ini yaitu bulan Ramadhan. (HR Muslim)
Puasa ‘Asyura disandingkan dengan puasa Ramadhan. Rasulullah SAW juga bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ المُحَرَّمُ. وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الفَرِيْضَةَ، صَلاَةُ اللَّيْلِ
Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam. (HR Muslim)
Keutamaan yang didambakan dari puasa ‘Asyura adalah dapat menggugurkan dosa-dosa setahun yang lalu. Imam Abu Daud meriwayatkan dari Abu Qatadah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
وَصَوْمُ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ إنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَنَة َالتِيْ قَبْلَهُ
Puasa di hari ‘Asyura, sungguh saya mengharap kepada Allah bisa menggugurkan dosa setahun yang lalu. (HR Abu Daud)
Begitu besar keutamaan yang terkandung pada puasa di hari ini. Bahkan sebagian ulama salaf menganggap puasa ‘Asyura hukumnya wajib. Namun berdasarkan hadits ‘Aisyah di atas, kalaupun puasa ini dihukumi wajib maka kewajibannya telah dihapus dan menjadi ibadah yang sunnah. (A Khoirul Anam)
dikutip dari nuonline
Sabtu, 24 Agustus 2013
Pendataan PTK ( Pengisian Formulir Digital dari Kanwil Kemenag Prop. Jatim) 2013
Pendataan Pendidik dan Tenaga Kependidikan baik Guru maupun Pegawai ( Pengisian Formulir Digital dari Kanwil Kemenag Prop. Jatim) 2013
Monggo link : http://madrasahkabblitar.wordpress.com
cp. 08563632244 (yaji kurniawan)
Monggo link : http://madrasahkabblitar.wordpress.com
cp. 08563632244 (yaji kurniawan)
Kamis, 22 Agustus 2013
Jumat, 12 Juli 2013
Hikmah dan Cara Dzikir La Ilaha Illallah
Salah satu dzikir yang paling utama adalah kalimat La ilaha Illallah/ لاإله إلاالله yang artinya tiada Tuhan yang pantas disembah kecuali Allah swt. Begitulah pesan Rasulullah saw kepada Sayyidina Ali Karramallahu Wajhah, ketika beliau secara pribadi memohon agar diberikan dzikir khusus yang lebih berat dari dunia seisinya, dan lebih mudah mendekatkan diri kepada Allah swt.
(sumber :www.nu or.id)
Maka Rasulullah saw pun menjawab,”Jangan begitu Saudaraku Ali, bahwa
ucapan yang paling utama yang aku ucapkan dan juga diucapkan nabi-nabi
sebelumku adalah La ilaha Illallah
Demikianlah Rasulullah saw memberikan ijazah dzikir لاإله إلاالله kepada sayyidina Ali yang kemudian diturunkan kepada para sahabat, tabi’in dan tabiit tabi’in hingga kepada kita semua. Karena sesungguhnya kalimat لاإله إلاالله menyimpan beribu hikmah bahkan juga dunia seisinya.
Dalam salah satu hadits riwayat sahabat Anas disebutkan
”أفضل ماقلت أنا والنبيون من قبلي لاإله إلاالله
Demikianlah Rasulullah saw memberikan ijazah dzikir لاإله إلاالله kepada sayyidina Ali yang kemudian diturunkan kepada para sahabat, tabi’in dan tabiit tabi’in hingga kepada kita semua. Karena sesungguhnya kalimat لاإله إلاالله menyimpan beribu hikmah bahkan juga dunia seisinya.
Dalam salah satu hadits riwayat sahabat Anas disebutkan
مَنْ قَالَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَمَدَّهَا هُدِمَتْ لَهُ أَرْبَعَةُ آلافِ ذَنْبٍ مِنَ الْكَبَائِرِ“
Sesungguhnya barang siapa membaca kalimat Tauhid لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ dan memanjangkannya, maka baginya akan dihapus empat ribu macam dosa besar”.
Pada saat itu para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, lalu
bagaimana apabila satupun dia tidak memiliki dosa besar ?”, Rasulullah
menjawab ; “Maka yang dihapuskan empat ribu macam dosa besar adalah
keluarga dan para tetangganya”.
Diantara ajaran para ulama ketika membaca panjang kalimat Tauhid, adalah memanjangkan kata LA sambil kepala berpaling ke sebelah kanan dan hati menghayati artinya yaitu “tidak ada”. Dan Ketika melafalkan ILAHA sambil
kepala bergerak ke bagian tengah dan hati menghayati artinya yaitu
“Tuhan yang wajib disembah”. Kemudian ketika melafalkan ILLALLAH sambil kepala berpaling kesebelah kiri dan hati menghayati artinya yaitu “melainkan Allah”.
Dan yang penting diperhatikan juga adalah menyambung kalimat tauhid tersebut dengan kalimat مُحَمَّدُ رَسُوْلُ اللهِ
di dalam hati serta menghayati artinya yaitu “Muhammad adalah utusan
Allah”. Hal ini untuk membedakan cara membaca kalimat Tauhid umat
Rasulullah Muhammad saw dengan umat terdahulu.
Sebenarnya berdzikir dengan kalimat tauhid ini tidak hanya dianjurkan
kepada umat Muhammad saw saja, tetapi juga umat para nabi terdahulu.
Sebuah cerita menggambarkan hal ini diriwayatkan dari Wahab bin Manbah.
عن وهب بن منبه رضي
الله عنه قال قرأت في آخر زبور داود عليه الصلاة والسلام ثلاثين سطرا يا
داود هل تدرى أي المؤمنين أحب إلى أن أطيل حياته الذي إذا قال لا إله إلا
الله اقشعر جلده وإني أكره لذلك الموت كما تكره الوالدة لولدها ولابد له
منه انى أريد ان أسره في دار سوى هذه الدار فان نعيمها بلاء ورخاءها شدة
فيها عدولا يألوهم خبالا يجرى منهم مجرى الدم من أجل ذلك عجلت أوليائي إلى
الجنة لولا ذلك لما مات أدم عليه السلام وولده حتى ينفخ
Diriwayatkan dari Wahab bin Manbah bahwa dia pernah berkata “aku
telah membaca tiga puluh baris terakhir dari kitab zaburnya Nabi Daud
as. (di dalamnya diterangkan) Allah berfirman kepada Nabi Daud “apakah
kau tahu orang mukmin yang paling aku inginkan untuk ku panjangkan
umurnya?” Nabi Dawud menjawab “tidak tahu”.
Kemudian Allah menjelaskan “yaitu orang mu’min yang jika
membaca kalimat tauhid akan merinding bulu-bulunya. Dan aku sangat
membenci (tidak inginkan) orang mu’min seperti itu lekas mati, seperti
orang tua yang tidak rela anaknya mati. Sesungguhnya aku ingin sekali
menyenangkannya di rumah yang bukan rumah ini (fana = dunia). Karena
kenikmatan di dunia ini merupakan cobaan, dan kemewahan-kemewahan itu
hanyalah kesengsaraan. Di samping itu di dunia banyak musuh yang
mondar-mandir terus mengalir menyelebunginya seperti aliran darah yang
mengajak pada kerusakan.
Oleh karena itu aku segerakan mereka para kekasihku (mati
lalu) masuk ke surgaku. Andaikata tidak demikian, niscaya tidak akan
mati Nabi adam dan anak cucunya hingga ditiupnya sangka kala.
Demikianlah posisi pentingnya kalimat tauhid لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ bagi
seorang mu’min, ia tidak sekedar sebagai kalimat pengakuan keesaan
Allah swt, akan tetapi juga sebagai kunci menuju kesuksesan hidup di
akhirat nanti. Sebagaimana janji Allah yang dijelaskan kepada Nabi Dawud
as. Karena itulah dikatakan مفتاح الجنة لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ bahwa pintu surga adalah la ilaha illallah. (red. Ulil.H)
Jumat, 14 Juni 2013
Selasa, 21 Mei 2013
Tukar Kawruh
Saat Yang
Paling Sempurna
Mungkin ada sesuatu yang selalu ingin kita kerjakan.
Untuk sesuatu yang dicita-citakan.
Mengapa anda harus
mengerjakannya hari ini?
Karena, hari ini adalah saat paling sempurna untuk memulainya.
Dari semua hari yang tersedia,
tidak ada yang lebih tepat daripada hari
ini.
Anda menginginkan kesempurnaan?
Berangkatlah dari yang tidak sempurna
terlebih dahulu.
Perbaiki satu demi satu bagian,
Maka, apa yang anda
inginkan akan terwujud di depan mata.
Tidak ada karya besar
yang muncul dengan sekali duduk.
Mengambil langkah pertama tidaklah sulit.
Semuanya ada dalam jangkauan
anda. termasuk hari ini.
Jadi tunggu apa lagi.
yang terpenting adalah anda memulainya
sekarang,
karena anda adalah pemilik hari ini.
Mengapa tidak besok?
Karena hari esok belum tentu ada kesempatan.
Senin, 01 Oktober 2012
Kamis, 27 September 2012
Rabu, 12 September 2012
PANGGILAN PLPG
PANGGILAN PLPG UNIVERSITAS NEGERI MALANG
silahkan klik disini : seksimapendakabblitar.wordpress.com
silahkan klik disini : seksimapendakabblitar.wordpress.com
Kamis, 19 Juli 2012
MaRhAbAn Yaa RaMaDhan
Tujuh Perkara Yang Harus kita perhatikan :
1. men-setting NIAT2. men-upgrade IMAN
3. men-download SABAR
4. men-delete DOSA
5. men-install TAUBAT
6. men-aprove MAAF
7. men-search PAHALA
Jadikan Ramadhan penuh Inspirasi dan ide
jIkA mAAf Itu Bisa Terucap Hari ini........
untuk apa Menunggu Esok atau Lusa,
seDangkan hembusan Nafas Kita pun tidak Tau
kaPan akan berHenti......
MARHABAN YAA RAMADHAN
KAMI SEKELUARGA ,
MOHON KEIKHLASAN TUK DIMAAFKAN ATAS SEGALA SALAH DAN KHILAF
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
SEMOGA ALLAH SWT. MEMBERIKAN YANG TERBAIK BAGI KITA.
Amin.
Rabu, 18 Juli 2012
Senin, 16 Juli 2012
Jumat, 13 Juli 2012
Selasa, 10 Juli 2012
Jumat, 06 Juli 2012
Kamis, 05 Juli 2012
Langganan:
Postingan (Atom)


